Samosir Tujuan Favorit Libur Natal dan Tahun Baru, Keindahan dan Kenikmatan Berwisata Ada di Sini

Samosir Tujuan Favorit Libur Natal dan Tahun Baru, Keindahan dan Kenikmatan Berwisata Ada di Sini

KEINDAHAN alam, kekayaan budaya, kenikmatan kuliner serta infrastruktur yang memadai di Kabupaten Samosir menjadi daya tarik yang memikat wisatawan. Ini terlihat dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Samosir selama libur Natal dan Tahun Baru.
Di seluruh pelabuhan ferry menuju Samosir, yaitu Ajibata, Tigaras dan Muara, antrean terlihat cukup panjang. Antusias pengunjung terlihat begitu tinggi, dimana mereka terlihat sabar mengantre di pelabuhan demi mendapatkan kepuasan berwisata di Negeri Indah Kepingan Surga ini.
Begitu juga di pelabuhan-pelabuhan kapal kecil, seperti di Ajibata, Tigaraja, Tigaras dan Balige, wisatawan pun terlihat membludak. Dari jalur darat, yakni Tele, antrean juga terlihat sangat panjang. Bahkan mulai dari arah Sidikalang, kendaraan terlihat memanjang sampai ke Pangururan.
Amatan di sejumlah lokasi wisata juga terlihat sangat ramai. Seperti di Pantai Pasir Putih Parbaba, wisatawan begitu bergembira menikmati permainan air yang tersedia. Anak-anak kecil berlari-lari di sepanjang pasir yang lembut dan mandi di pantai, sebagian menikmati permainan speed boat dan banana boat.

Di kawasan Tomok juga sangat ramai. Wisatawan terlihat memenuhi pusat perbelanjaan dan menikmati pertunjukan Tortor Sigale-gale. Selain itu, objek wisata Kuburan di Atas Pohon yang baru di-launching Bupati Samosir beberapa waktu lalu, juga ramai dikunjungi.
Kegembiraan wisatawan juga terlihat di kawasan Tuktuk Siadong. Wisatawan beriringan bersepeda mengitari jalan lingkar Tuktuk sembari menikmati keindahan Danau Toba dan sejuknya udara. Sejumlah restoran dan rumah makan juga sangat ramai. “Enak banget makanannya, Pak. Apalagi ikan panggang dan daun ubi tumbuknya,” ujar Surya, salah seorang wisatawan asal Bandung yang mengaku sudah seminggu berada di kawasan Danau Toba membawa keluarganya untuk berkeliling di supervolcano terbesar di dunia ini.
Di objek wisata lain, seperti Tele dan Air Terjun Effrata, wisatawan juga membludak. Di pos pembelian karcis Menara Pandang Tele, wisatawan terlihat sabar mengantre demi mendapatkan view yang sangat mempesona. Ya, dari Menara Pandang Tele, wisatawan akan disajikan sebuah mahakarya Sang Pencipta. Kawasan Danau Toba dengan hamparan biru air danau dengan Pulau Samosir di tengahnya serta barisan bukit dan lembah akan terlihat jelas dari menara ini.

Dan, tak jauh dari Menara Pandang Tele, hanya sekitar 15 menit, wisatawan bisa lanjut ke objek wisata Air Terjun Effrata. Terbukti, kenikmatan yang didapatkan di Air Terjun Effrata memang jadi alasan yang kuat sehingga begitu banyak wisatawan datang kemari. Mereka berenang tepat di dekat jatuhnya air, menikmati rembesannya dan tak lupa mengabadikan momen indah tersebut.
Dan, keramaian yang sama terlihat di hampir seluruh objek wisata Samosir, yang tersebar di 9 kecamatan, yaitu di Sianjur Mulamula, Pangururan, Ronggur Nihuta, Harian, Sitiotio, Palipi, Nainggolan, Onan Runggu dan Kecamatan Simanindo.
Dari data Pemerintah Kabupaten Samosir, sejak 20 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020, ada 35.210 wisatawan yang berkunjung ke Samosir dengan jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diperoleh sebesar Rp212.494.000. Dan, berkat ramainya kunjungan, memberikan dampak yang luas bagi pelaku usaha wisata serta masyarakat Samosir.
Hal ini terlihat dari hunian hotel yang 100 persen sepanjang hari di hampir seluruh wilayah Samosir, tingginya hunian homestay, restoran, rumah makan, coffeeshop serta pedagang souvenir yang ramai dikunjungi . Kemacetan pun terjadi di sejumlah titik, namun pihak Polres Samosir terlihat sigap mengatur lalu lintas.

Wakil Bupati Ir Juang Sinaga pun menyempatkan diri menyapa wisatawan sekaligus melakukan monitoring di sejumlah lokasi wisata. Seperti pada Kamis (2/1/2020), Wakil Bupati Ir Juang Sinaga datang ke Pantai Pasair Putih Parbaba.
Selain menyapa pengunjung, wakil bupati juga memberikan arahan kepada para pedagang dan pengusaha speedboat dan banana boat. Wakil bupati meminta agar pelaku wisata tetap mengedepankan keramahtamahan, menjual makanan dan minuman dengan harga yang standar serta menjaga kebersihan lokasi serta keamanan pengunjung.

Posted In:

GIVE A REPLY