Samosir Masuk Daftar Kabupaten Kreatif ke-63 di Indonesia, Wabup: Mari Manfaatkan Peluang Ini Untuk Mendongkrak PDRB

Samosir Masuk Daftar Kabupaten Kreatif ke-63 di Indonesia, Wabup: Mari Manfaatkan Peluang Ini Untuk Mendongkrak PDRB

SETELAH melalui berbagai tahapan, akhirnya dilakukan Penandatanganan Berita Acara Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Samosir, Jumat (4/6/2021), di mana disepakati bahwa Kabupaten Samosir ditetapkan sebagai Kabupaten Kreatif ke-63 pada Subsektor Seni Pertunjukan.
Dalam laporannya, Koordinator Subdit Pengembangan Sektor Kreatif Henri Karnoza menyampaikan rasa syukur karena seluruh proses penetapan Kabupaten Samosir menjadi kabupaten kreatif telah berlangsung dengan baik. Dijelaskan, sejak 30 April-4 Mei 2021, Tim Penilai PMK3I telah melakukan berbagai tahapan dengan baik, seperti pengisian formulir, sosialisasi, wawancara hingga kesepakatan bersama. “Semua tahapan itu tentunya bisa berlangsung dengan baik atas kerja sama semua pihak, baik dari Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Pariwisata, pelaku ekonomi kreatif dan masyarakat,” ujarnya.
Selanjutnya, Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Hariyanto S.Sos, MM menyampaikan bahwa ekonomi kreatif merupakan bagian penting dalam perkembangan Danau Toba, khuusnya Samosir, sebagai Destinasi Super Prioritas (DSP). Karenanya, seluruh stakeholders bertanggung jawab dalam kemajuan ekonomi kreatif dan pariwisata.
“Setelah kita lalui tahap pengusulan, penggalian, pemetaan dan verifikasi, akhirnya kita sepakati bahwa Kabupaten Samosir menjadi kabupaten kreatif subsektor seni pertunjukan. Ini kesempatan besar bagi Kabupaten Samosir untuk meningkatkan ekonomi kreatif dan pariwisata. Jadi, jangan disia-siakan,” ujarnya.
Hariyanto mengatakan, dengan ditetapkannya Kabupaten Samosir sebagai kabupaten kreatif, tentu membuat Pemerintah Pusat berkewajiban memberikan dukungan. Dijelaskan, Pemerintah Pusat akan melakukan pendampingan, mendorong tumbuh berkembangnya seni pertunjukan agar bermanfaat kepada masyarakat Samosir, melakukan penetrasi program dan fasilitasi dukungan, memfasilitasi kolaborasi dan membangun jejaring subsektor yang sama antar kabupaten di Indonesia.
“Bahkan, bukan hanya jejaring di tingkat nasional. Pemerintah Pusat akan memfasilitasi kota kabupaten kreatif untuk berjejaring di tingkat internasional. Misalnya, masuk dalam jejaring Unesco Creative Cities Network, yang di dalamnya terdapat beberapa kota kreatif yang nantinya bisa berkolaborasi demi peningkatan kreativitas dan taraf ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Karenanya, Hariyanto menekankan pentingnya inovasi, adaptasi dan kolaborasi dalam melaksanakan program-program ekonomi kreatif dan pariwisata. “Seperti pesan Pak Menteri, bila inovasi, adaptasi dan kolaborasi benar-benar diterapkan, maka pariwisata lah yang paling cepat recovery bahkan akan go international,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para pelaku ekonomi kreatif Kabupaten Samosir yang diwakili 3 subsektor (seni pertunjukan, kriya dan kuliner), yaitu Oliver Simbolon, Charles Malau dan Ratnauli Gultom membacakan 10 komitmen yang akan mereka kerjakan pasca ditetapkannya Kabupaten Samosir menjadi kabupaten kreatif, yaitu:
1. Pembentukan Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Samosir;
2. Berkolaborasi dengan subsektor ekonomi kreatif lainnya;
3. Memperkuat proses konservasi ekonomi kreatif subsektor kriya dan kuliner serta subsektor lainnya dengan cara memperkuat kolaborasi antar komunitas melalui penyelenggaraan kegiatan bersama;
4. Membangun kerja sama kemitraan dengan pemerintah;
5. Membangun kerja sama dengan pemerintah daerah untuk menciptakan pembelajaran khusus/muatan lokal di sekolah;
6. Pemetaan lokasi-konten-waktu pertunjukan seni budaya dan kuliner sesuai dengan potensi kecamatan/desa;
7. Melakukan pertunjukan rutin sekali seminggu serta event gabungan dengan subsektor lainnya dalam 3 bulann sekali;
8. Membuat festival ekonomi kreatif Kabupaten Samosir;
9. Membuat panggung apresiasi untuk mendorong kreativitas lokal;
10. Melibatkan pelaku ekonomi kreatif dalam membangun identitas daerah.
Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara dr Ria Novida Telaumbanua MKes menyampaikan, untuk mencapai cita-cita bersama, seluruh stakeholders harus memberikan dukungan kepada pemimpin kita. Dengan begitu, terjalinlah kerja sama yang baik antara masyarakat, pelaku ekonomi kreatif dan pemerintah dalam mewujudkan cita-cita bersama.

“Apalagi, Kabupaten Samosir ini dilimpahi berkat oleh Tuhan dengan banyaknya orang-orang kreatif dan para seniman. Dan lagi, para seniman ini pun mau meberikan hatinya untuk kemajuan Samosir. Seperti rekan-rekan yang hadir di sini. Dengan Anda bersedia meluangkan waktunya datang kemari, berarti saudara sekalian sudah memberikan hatinya untuk Samosir, tidak hanya memikirkan bisnis pribadi semata. Ini adalah berkat yang luar biasa,” ujar dr Ria.
Dia berpesan, agar kesempatan dan potensi yang ada jangan disia-siakan, apalagi Danau Toba ditetapkan Pemerintah Pusat sebagai Destinasi Super Prioritas.
“Ayo libatkan semua pihak. Terutama anak-anak muda untuk memberikan sentuhan terhadap kegiatan-kegiatan ekonomi kreatif yang ada. Sentuhan dari kaum muda itu penting, dengan harapan karya-karya kita bisa go international,” ujarnya.
Selain itu, dr Ria menekankan pentingnyan kolaborasi antar OPD, kolaborasi antar seniman dan melibatkan swasta dalam pembangunan. Setelah itu, kemas promosi semenarik mungkin dengan memanfaatkan media digital. “Kita yakin, karya-karya kreatif kita akan mendunia dan dikenal di tingkat nasional maupun internasional,” ujar wanita yang hobi fotografi ini.
Selanjutnya, Wakil Bupati Samosir Drs. Martua Sitanggang, MM dalam arahannya menyampaikan, untuk mencapai visi misi yang telah ditetapkan, hal yang paling perlu diterapkan adalah inovasi. Dikatakan, kalau hanya bekerja dengan menyelesaikan pekerjaan rutin saja, Kabupaten Samosir tidak akan berkembang, namun perlu inovasi dari setiap pimpinan OPD dan seluruh pihak terkait dalam pembangunan ekonomi kreatif dan pariwisata.
Selain itu, harus gencar dalam mebangun sinergitas, baik itu sesama OPD, kepada para pelaku ekonomi kreatif, terutama kepada Pemerintah Pusat.
“Peluang ini jangan disia-siakan. Mari kita manfaatkan penetapan Danau Toba sebagai KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) untuk mendongkrak PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) kita,” ajaknya.
Wakil Bupati Samosir juga mendorong para pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner untuk membuka usaha kuliner dengan menu makanan beragam, khususnya masakan nasional. Sebab, kita berkewajiban menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh wisatawan.
“Wisatawan yang datang ke Samosir kan berasal dari banyak latar belakang yang berbeda. Karenanya, kita juga harus suguhkan sajian yang beragam demi memberikan kepuasan kepada mereka,” ujar Wakil Bupati Samosir.
Dan, pada akhirnya, kegiatan ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Berita Acara Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) oleh perwakilan Pelaku Ekonomi Kreatif, Tim Penilai Uji Petik PMK3I, Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif, Wakil Bupati Samosir, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir dan Kepala SKPD Kabupaten Samosir.

GIVE A REPLY