Pelatihan Pemandu Wisata Homestay: Berikan Sesuatu yang Lebih kepada Wisatawan, tak Hanya Sekadar Menginap

Pelatihan Pemandu Wisata Homestay: Berikan Sesuatu yang Lebih kepada Wisatawan, tak Hanya Sekadar Menginap

DINAS Pariwisata Kabupaten Samosir selalu siap mendukung para pelaku usaha wisata, termasuk pemilik atau pengelola homestay dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) untuk memajukan wisata di daerahnya masing-masing yang tentunya akan bermuara pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.
Demikian komitmen yang disampaikan Sekretaris Dinas Pariwisata Ningar Sinaga yang mewakili Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir saat membuka Pelatihan Pemandu Wisata Homestay sesi ke-2 di JTS Hotel Parbaba, Kecamatan Panguruan, Rabu (21/10/2020).
Ningar Sinaga menyampaikan bahwa, pelatihan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang prima bagi pokdarwis dan pengelola homestay, agar wisatawan dapat merasakan kenyamanan saat berkunjung ke desa wisata atau menginap di homestay yang ada di Kabupaten Samosir.
“Tujuannya, bagaimana agar wisatawan merasa nyaman saat berkunjung ke daerah Bapak/Ibu dan ke depan rindu kembali datang ke sana. Dengan begitu, hal ini akan berdampak besar bagi perekonomian masyarakat. Karenanya, mari kita ikuti pelatihan ini dengan baik. Manfaatkan ilmu yang diperoleh dalam menciptakan pelayanan yang prima untuk wisatawan,” imbaunya.
Pada sesi ke-2 ini, para peserta pelatihan berasal dari pengelola homestay di Desa Boho Kecamatan Sianjur Mulamula, Desa Hutabalian Kecamatan Sianjur Mulamula dan dari Desa Hariara Pohan Kecamatan Harian.
Sebelumnya, sudah diberikan pelatihan untuk Pokdarwis Tamba Dolok Kecamatan Sitiotio, pengelola homestay di Desa Hatoguan Kecamatan Palipi dan Pokdarwis Pardomuan Nauli Kecamatan Palipi. Selanjutnya, pada Jumat-Sabtu (23-24/10/2020) akan diberikan pelatihan kepada pengelola homestay di Hutaraja Desa Lumban Suhisuhi, Pokdarwis Desa Wisata Bagot Desa Parlondut dan Pokdarwis Sitaotao di Desa Tanjung Bunga, yang ketiganya berada di Kecamatan Pangururan.
Senada dengan apa yang disampaikan Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir Ningar Sinaga, narasumber pelatihan Dr Sumihar Sebastiana Sitompul SSos MSi juga menyampaikan bahwa tujuan pelatihan ini adalah untuk menciptakan SDM yang prima dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan yang berkunjung dan ingin menginap di homestay. Dijelaskan bahwa keindahan dan kekayaan budaya tidak akan menjadikan Samosir menjadi daerah wisata yang maju bila tidak didukung oleh SDM pariwisata yang prima.
“Simpel saja. 90 persen dari Sapta Pesona bisa Bapak/Ibu terapkan, yakinlah bahwa wisatawan akan ramai berkunjung ke daerah Bapak/Ibu dan pasti akan kembali lagi karena mereka mendapatkan kenyamanan serta kenangan di sana. Ini yang harus kita jaga. Jangan sampai karena kurangnya pelayanan kita membuat kedatangan mereka ke lokasi itu menjadi kedatangan pertama dan terakhir,” jelas Sumihar Sitompul.

Wanita yang merupakan dosen Politeknik Pariwisata Medan ini menambahkan, selain aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan, kita juga harus mampu membuat wisatawan untuk membelanjakan uangnya di daerah kita karena kelengkapan kebutuhan wisata yang kita sediakan.
“Misalnya, bagaimana agar wisatawan tidak perlu bawa makanan dari luar saat berkunjung karena di daerah kita sudah tersedia aneka makanan dan minuman yang enak, bersih dan dengan harga yang terjangkau. Ini kan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat,” jelas Sumihar Sitompul.
Karenanya, dia menyampaikan agar pengelola homestay maupun Pokdarwis mampu menyusun sebuah paket wisata, yang di dalamnya sudah mencakup penjemputan, penginapan, kunjungan ke objek, atraksi serta makanan dan minuman. “Jadi, tidak hanya tidur di homestay saja Bapak/Ibu. Kan sayang,” ujarnya.
Dan, pada kesempatan tersebut, narasumber langsung memberikan tugas kepada para pengelola homestay dan pokdarwis untuk menyusun sebuah paket wisata 3 hari 2 malam, yang di dalamnya sudah termasuk layanan-layanan seperti tersebut di atas. Setelahnya, masing-masing diminta menjabarkan paket wisata yang telah disusun, kemudian baik narasumber maupun peserta lainnya memberikan saran dan masukan untuk menyempurnakan paket wisata tersebut.
Selanjutnya, Sumihar Sitompul juga menyampaikan agar seluruh peserta segera menyusun story telling situs-situs budaya atau sejarah yang ada di daerahnya masing-masing, karena story telling akan menambah nilai dari sebuah objek wisata atau situs sejarah/budaya.
“Nah, untuk ini, coba berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, baik Dinas Pariwisata atau tokoh-tokoh adat atau tokoh masyarakat setempat. Setiap pemandu wisata harus tau menceritakan ini kepada wisatawan. Tulis lah dengan jujur dan ini akan semakin meningkatkan ‘nilai jual’ dari objek tersebut,” ujarnya.
Diketahui bahwa materi pelatihan tidak hanya disampaikan secara teori, namun keesokan harinya seluruh peserta akan turun langsung ke sebuah desa yang memiliki homestay. Di sana, para peserta akan mempraktekkan langsung materi yang telah diberikan narasumber di hari sebelumnya.

GIVE A REPLY