Pelaku Pariwisata Harus Berinovasi, Kuasai Dunia Digital atau Anda Hanya Akan Jadi Penonton

Pelaku Pariwisata Harus Berinovasi, Kuasai Dunia Digital atau Anda Hanya Akan Jadi Penonton

INNOVATE or die (berinovasi atau mati). Itulah yang ditekankan Abdi Ginting selaku narasumber kedua pada Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata Seri IV, Kamis-Sabtu (21-23/11/2019) di Aula Hotel JTS Parbaba-Pangururan, dengan topik ‘Sinergitas Pelaku Bisnis Pariwisata’ dan ‘Tourism Package to Face 4.0’.
Abdi Ginting yang merupakan Advisor Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) menyampaikan bahwa sinergitas adalah kunci dalam pembangunan pariwisata Samosir. Sebab, dengan sinergitas, para pelaku bisnis pariwisata akan menghilangkan ego masing-masing dan bersama-sama mencapai visi tercapainya Samosir menjadi daerah tujuan wisata skala internasional.
“Contoh kecil, masih banyak usaha pariwisata di Samosir yang tak terdaftar di Google Map. Ketika si pengusaha tidak mengerti memasukkan usahanya ke Google Map, saudara sekalian bisa memasukkannya. Atau contoh lain, selain mempromosikan usaha Anda sendiri di media sosial, Anda juga harus bertanggung jawab mempromosikan usaha pariwisata yang lain atau potensi pariwisata Samosir. Itulah yang dimaksud bersinergi,” jelasnya.
Sekaitan dengan promosi, Abdi Ginting mengatakan bahwa digitalisasi adalah hal mutlak bagi pelaku pariwisata Samosir karena dunia saat ini sudah serba digital. Dijelaskan, saat ini trend wisatawan milenial sudah mandiri. Hanya bermodal smartphone, itu bisa memandu wisatawan dalam berwisata.
“Dan, ketika ada pelaku bisnis pariwisata yang tidak menguasai dunia digital, tentu Anda sekalian hanya akan jadi penonton,” ujar Abdi Ginting.
Karenanya, dia menegaskan bahwa pelaku bisnis pariwisata harus segera berinovasi atau usahanya akan mati terlindas kemajuan zaman. Dan, pada pelatihan ini langsung dilakukan aksi dengan memperkenalkan dunia digital bagi yang belum paham, berbagi ilmu pengetahuan seputar digitalisasi dan langsung melakukan promosi di media sosial.

Para peserta tampak langsung dibagi dalam beberapa kelompok, kemudian berbagi akun media sosial, baik itu Facebook, Instagram, Twitter, Youtube. Kemudian, satu sama lain me-like dan men-share postingan produk masing-masing anggota kelompok hingga menyusun hastag dan membahas kriteria foto-foto yang layak diposting. Para peserta juga tidak hanya memposting produk mereka, namun juga diharuskan memposting keindahan serta keunikan Samosir dan Danau Toba.
“Gunakan medos (media sosial) power. Nantinya pada suatu waktu, saudara sekalian akan memahami betapa besar kekuatan medsos itu,” ujarnya.
Dan, usai pelatihan, para peserta juga membuat pernyataan komitmen bersama yang dibaca ditandatangani agar seluruh peserta menjadi garda terdepan dalam pembangunan pariwisata Samosir. Berikut isi komitmen bersama tersebut:
“Kami yang bertanda tangan di bawah ini, para peserta pelatihan Tata Kelola Destinasi seri-IV Tahun 2019, pada hari Jumat tanggal Dua Puluh Dua November Tahun Dua Ribu Sembilan Belas, bertempat di Aula Hotel JTS Parbaba-Pangururan, dengan ini menyampaikan komitmen bersama sebagai berikut:
1. Menolak untuk membagikan konten negatif yang berdampak buruk terhadap kemajuan Pariwisata Kabupaten Samosir.
2. Berperan aktif mempromosikan potensi wisata Kabupaten Samosir dan potensi pendukung lainnya.
3. Berperan aktif mempublikasikan satu gambar/foto positif mengenai hal-hal yang menunjang kemajuan pariwisata Kabupaten Samosir.
4. Mendukung penuh program pengembangan pariwisata Kabupaten Samosir secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Samosir.
5. Berkolaborasi melaksanakan promosi produk setiap peserta pelatihan Tata Kelola Seri-IV secara konsisten dan berkala.
Demikianlah komitmen bersama ini disampaikan dan ditandatangani demi kemajuan pariwisata Kabupaten Samosir.”

Lebih lanjut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir Daulat Nainggolan SKM MKes yang diwakili Kepala Bidang Pengendalian Usaha Pariwisata Robintang Elfrianto Naibaho SS saat menutup kegiatan mengharapkan agar komitmen bersama ini benar-benar dilaksanakan secara konsisten, karena para peserta pelatihan ini adalah orang-orang terpilih yang diyakini mampu membawa perubahan bagi perkembangan pariwisata Samosir.
“Anda sekalian adalah orang terpilih yang kami yakini mampu berdiri di barisan terdepan dalam pembangunan pariwisata Samosir. Kita begitu komplet yang hadir di sini, ada dari pelaku bisnis pariwisata yang terdiri dari berbagai bidang usaha, ada fotografer, pegiat media sosial, organisasi kepariwisataan, dan banyak lagi, dan tentunya juga dari pemerintah. Kita jadikan saat ini moment bagi kita untuk memperkuat sinergitas ke depan, karena keberhasilan pariwisata Samosir bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun juga tanggung jawab kita yang ada di sini dan tanggung jawab masyarakat Samosir,” tegas Robintang Naibaho.
Dia juga berharap, materi yang dipelajari selama 3 hari ini, baik itu tentang sinergitas dan tentang digitalisasi, mampu diaplikasikan para peserta. Ke depan, peserta juga diharapkan mau untuk belajar lebih dalam lagi tentang dunia digital demi membekali diri menghadapi perkembangan teknologi yang begitu cepat berkembang.

Posted In:

GIVE A REPLY