Paparan Wabup Samosir di Universitas Nommensen: Membangun Pariwisata Sekaligus Menjaga Lingkungan

Paparan Wabup Samosir di Universitas Nommensen: Membangun Pariwisata Sekaligus Menjaga Lingkungan

WAKIL Bupati Samosir Ir Juang Sinaga turut memberikan materi pada Seminar Lingkungan Hidup Pariwisata Danau Toba yang merupakan rangkaian perayaan Dies Natalis Mahatala Universitas HKBP Nommensen ke-27.
Dalam seminar bertema “Kepedulian Generasi Muda Dalam Rehabilitasi Hutan dan Kawasan Danau Toba” yang digelar di Gedung Perpustakaan Universitas HKBP Nommensen, Sabtu (6/7/2019), wakil bupati memaparkan berbagai potensi wisata Samosir, yang tak hanya potensi danau, namun juga kawasan hutan, bukit dan lembah.
Wakil Bupati juga memaparkan road map pembangunan infrastruktur sosial bahwa masyarakat juga harus turut mengambil peran dan menjaga aset pariwisata Samosir. Disampaikan, modus yang dilakukan adalah sosialisasi, vokasi, penetrasi (local champion) dan pelatihan.
Dan, dukungan terbesar dalam pengembangan pariwisata Samosir adalah pelaku usaha jasa pariwisata, selanjutnya kelompok dasar wisata (pokdarwis), penduduk kawasan objek wisata, organisasi dan kelompok strategis, kelompok/organisasi profesi dan masyarakat umum.
Lebih lanjut Wakil Bupati Ir Juang Sinaga mengatakan, Pemerintah Kabupaten juga serius dalam pembenahan atraksi, amenitas dan aksesbilitas, yang di dalamnya juga memenuhi unsur pelestarian lingkungan.

Seperti dari segi atraksi, Pemkab Samosir senantiasa mendorong adanya aksi sadar wisata bagi masyarakat, kemudian dari segi amenitas, Pemkab Samosir juga ketat dalam pengawasan pengelolaan limbah pada hotel-hotel dan restoran, serius dalam pemeliharaan kesehatan, sanitasi dan kebersihan.
Begitu juga dari sisi aksesbilitas, Pemkab Samosir menyediakan moda transportasi angkutan jalan, danau yang tetap mengedepankan kebersihan dan keamanan.
Dan, dalam pengembangan kepariwisataan, Dinas Pariwisata Samosir juga mengklasifikasikan wisata berbasis RIPO, dimana ada 13 objek wisata unggulan, 13 objek wisata prioritas dan 17 objek wisata rintisan.
“Tentu, potensi dan objek wisata yang kita miliki harus dipasarkan ke public, agar kunjungan meningkat dan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), dimana Pemkab Samosir melalui Dinas Pariwisata melakukan promosi melalui media elektronik, melalui media cetak (spanduk, flyer, brosur, map of samosir dan map advisory), cetak handbag, flyer, stiker, kalender pariwisata, promosi melalui media ruang (billboard dan TIC) serta partisipasi pameran promosi pariwisata,” papar wakil bupati.
Dan, upaya-upaya yang dilakukan ini terbukti mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan setiap tahunnya, dimana kunjungan pada tahun 2015 sebanyak 141.215, tahun 2016 sebanyak 154.905, tahun 2017 sebanyak 222.288 dan tahun 2018 sebanyak 312.925.

Posted In:

GIVE A REPLY