Mari Bergandeng Tangan! Kita Wujudkan Kesejahteraan Melalui Pariwisata

Mari Bergandeng Tangan! Kita Wujudkan Kesejahteraan Melalui Pariwisata

Catatan: Pala Muara Dona Silaban

TAK baik rasanya bila berkat Tuhan yang melimpah untuk Samosir, berupa pemandangan indah yang merupakan perpaduan antara Danau Toba, bukit, lembah, air terjun dan barisan pepohonan serta kekayaan budaya, tak kita manfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Ya, Samosir punya segalanya untuk dibanggakan dan ‘dijual’. Dan, pariwisata adalah sektor yang paling tepat untuk dikembangkan di ‘Negeri Indah Kepingan Surga’ ini. Pemerintah Pusat pun telah melirik potensi Samosir untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata kelas dunia.
Tak bisa dipungkiri bahwa pariwisata tak akan ada habisnya. Industri pariwisata pun diprediksi mampu menjadi penyumbang devisa terbesar untuk negara. Saat ini saja, industri pariwisata merupakan sektor terbesar kedua penyumbang devisa setelah industri minyak sawit (crude palm oil).

Kita patut bersyukur bahwa Pemerintah Pusat memberikan perhatian khusus kepada Danau Toba, khususnya Samosir. Berbagai pembangunan fisik dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) gencar dilakukan. Coba kita lihat, di hampir seluruh penjuru Samosir telah dilakukan pembangunan infrastruktur dan fasilitas pariwisata. Pembangunan fisik pun dibarengi dengan pembangunan SDM.
Berkat Tuhan tersebut serta dukungan Pemerintah Pusat pun benar-benar ‘ditangkap’ Pemerintah Kabupaten Samosir untuk membangun pariwisata demi kemakmuran rakyat. Melalui Dinas Pariwisata, berbagai program telah dilaksanakan dan akan terus berkelanjutan, baik pembangunan fisik, yang dikerjakan oleh Bidang Pengembangan Pariwisata, maupun pembangunan SDM melalui edukasi dan pelatihan demi menciptakan masyarakat yang sadar wisata, menciptakan pekerja-pekerja kreatif serta menanamkan mindset kepada masyarakat Samosir bahwa pariwisata adalah sektor yang paling tepat untuk meningkatkan perekonomian.
Misalnya, Bidang Pengendalian Usaha Pariwisata di Dinas Pariwisata Samosir telah melakukan berbagai pelatihan, seperti Pelatihan Pemandu Wisata yang pesertanya adalah masyarakat dari destinasi-destinasi wisata budaya. Selanjutnya, dilakukan Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata I yang pesertanya adalah para Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Kemudian, berlanjut lagi Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata II. Dalam pelatihan ini, peserta direkrut dari masyarakat yang berasal dari desa potensi wisata untuk menciptakan local champhion di setiap desa wisata. Kali ini, masyarakat tersebut berasal dari Kecamatan Palipi, Nainggolan, Onan Runggu, Sitiotio.
Selanjutnya, telah dilaksanakan Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata III yang pesertanya berasal dari masyarakat Kecamatan Sianjur Mulamula dan Harian. Dan, ke depan, sekitar Oktober atau November, akan dilaksanakan Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata IV, yang pesertanya berasal dari Kecamatan Simanindo dan Pangururan.
“Pembangunan yang dilaksanakan itu merata kepada masyarakat Samosir. Dalam perekrutan peserta, Dinas Pariwisata juga tidak sembarangan. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi, seperti berasal dari desa potensi wisata, memiliki komitmen membangun pariwisata, usia 25-40 tahun, memiliki kemampuan mengoperasikan komputer, memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik,” jelas Kepala Bidang Pengendalian Usaha Pariwisata Robintang Elfrianto Naibaho SS.

Lalu, bagaimana mencari orang-orang sesuai persyaratan untuk ikut jadi peserta? Robintang mengatakan bahwa Dinas Pariwisata intens melakukan koordinasi dengan kepala desa, agar orang-orang yang dihunjuk adalah orang yang tepat untuk mampu membangun pariwisata di desanya masing-masing. “Orang yang kita rekrut menjadi peserta adalah orang yang diusulkan oleh kepala desa,” ujarnya.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, tentu akan mampu memetakan potensi yang selama ini belum ‘terjual’. Selain itu, Dinas Pariwisata Samosir berharap pelatihan-pelatihan tersebut bisa memperkuat SDM-SDM masyarakat untuk mampu menentukan dan memberdayakan potensi yang ada dan mampu menjadikannya sebuah paket wisata untuk menambah length of stay (lamanya kunjungan) wisatawan.
Dan, pasca pelatihan, Bidang Pengendalian Usaha Pariwisata juga tetap menjalin komunikasi yang baik kepada para peserta serta menagih komitmen mereka untuk membangun pariwisata di daerah masing-masing, sesuai materi pelatihan yang didapatkan.

“Jadi, tak kita biarkan begitu saja. Kita tetap intens menjaga komunikasi, berdiskusi dan mendorong mereka untuk berbuat yang terbaik untuk pariwisata di desa masing-masing, sesuai pakta integritas yang mereka tandatangani saat pelatihan,” ujar Robintang.
Tak hanya kepada masyarakat, Bidang Pengendalian Usaha Pariwisata juga melakukan vokasi kepada para pelaku usaha pariwisata secara rutin. “Kita juga selalu menekankan kepada pengusaha untuk tetap mengedepankan standar pelayanan yang telah diatur dalam Peraturan Bupati No 37 tahun 2018. Vokasi ini juga bertujuan untuk monitoring ketaatan pengusaha, baik dalam hal harga, administrasi perizinan serta menindaklanjuti komplain pengunjung,” jelas Robintang.
Bidang Kerjasama dan Kemitraan Pariwisata di Dinas Pariwisata Samosir juga melakukan berbagai pelatihan, yang memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan SDM masyarakat di bidang pariwisata. Seperti yang telah dilakukan dalam tahun 2019, bahwa Bidang Kerjasama dan Kemitraan Pariwisata telah melaksanakan Pelatihan Managemen Homestay, Pelatihan Industri Kreatif berupa pelatihan roasting kopi, Pelatihan Sapta Pesona Bagi Kaum Milenial Samosir berupa pelatihan membuat kerajinan tangan. Dan, selanjutnya yang akan dilaksanakan ke depan adalah Pelatihan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Selain itu, Bidang Kerjasama dan Kemitraan Pariwisata juga aktif melaksanakan vokasi dan edukasi kepada siswa dengan mengunjungi sejumlah sekolah. “Menanamkan pendidikan pariwisata dan sapta pesona sejak dini juga kita lakukan. Hal tersebut kami lakukan demi pembangunan SDM pariwisata berkelanjutan, karena mereka-mereka inilah yang kemudian menjadi garda terdepan pembangunan pariwisata Samosir,” ujar Kepala Bidang Kerjasama dan Kemitraan Pariwisata Togar Siboro SPd MM.
Bidang Promosi Pariwisata pun demikian. Selain menggelar berbagai event yang dirangkai dalam Horas Samosir Fiesta (HSF) dengan target mendatangkan wisatawan ke Samosir, juga dilakukan Pelatihan Seni Pertunjukan bagi masyarakat Samosir. Harapannya, para peserta menjadi pelaku-pelaku seni yang mampu berkontribusi meningkatkan kualitas atraksi wisata budaya.
“Karenanya, potensi Samosir berupa keindahan alam serta kekayaan budaya, perhatian khusus yang diberikan Pemerintah Pusat serta keseriusan Bupati-Wakil Bupati membangun pariwisata, hendaknya disambut positif oleh masyarakat Samosir, untuk bersama-sama menjaga dan memelihara fasilitas yang telah dibangun, memanfaatkan pelatihan-pelatihan yang telah didapatkan sebaik mungkin demi mengembangkan desa dan membangun perekonomian masyarakat. Dan, pemerintah siap menerima masukan serta kritik yang membangun demi terwujudnya masyarakat Samosir yang sejahtera, mandiri dan berdaya saing berbasis pada pariwisata dan pertanian, sesuai visi Bupati-Wakil Bupati Samosir,” ujar Plt Kepala Dinas Pariwisata Daulat Nainggolan SKM MKes.

Posted In:

GIVE A REPLY