Dispar Samosir Dukung Penelitian STP Bandung Tentang Perencanaan Gastronomy Tourism

Dispar Samosir Dukung Penelitian STP Bandung Tentang Perencanaan Gastronomy Tourism

DOSEN Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung bertamu ke Dinas Pariwisata Samosir untuk melaksanakan Penelitian Perencanaan Gastronomy Tourism.
Rombongan yang dipimpin Ketua Kelompok Dr Riadi Darwis MPd selaku Lektor Kepala bersama Endah Trihayuningtyas SSos MMPar, Drs Renalmon Hutahaean MM, Tatang Sopian SPd MHum, Vyana Lohjiwa SPar MMPPar, disambut oleh Kepala Dinas Pariwisata Daulat Nainggolan SKM MKes diwakili Kepala Bidang Promosi Shanty SE MSi, Kepala Bidang Kerjasama Togar Siboro SPd MSi dan Kepala Bidang Pengendalian Robintang Elfrianto Naibaho SS.
Pada kesempatan itu, Kepala Bidang Kerjasama memaparkan sejumlah potensi wisata yang ada di Samosir dan upaya-upaya Dinas Pariwisata dalam mengembangkan potensi-potensi yang ada.
Disampaikan, Dinas Pariwisata senantiasa melakukan vokasi ke kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan masyarakat di desa-desa wisata binaan yang tersebar di Kabupaten Samosir.
“Ketika ada pokdarwis yang aktif, kita sangat apresiasi. Seperti Pokdarwis Hutabalian dan Aek Sipitudai. Bahkan, dua pordakwis ini masuk dalam nominasi apresiasi kelompok sadar wisata tingkat nasional,” jelasnya.

Togar Siboro menambahkan, wajar bila memang Pokdarwis Hutabalian ini masuk nominasi nasional. Sebab di desa ini, wisatawan akan disajikan nuansa hidup beberapa ratus tahun silam. Di desa ini, mayoritas homestay adalah rumah adat Batak.
“Kita juga akan diajak mengikuti aktivitas masyarakat desa. Di sini juga, ada sebuah rumah yang khusus disiapkan untuk menyimpan peninggalan-peninggalan leluhur warga desa tersebut,” ujarnya.
Bahkan, masyarakat akan menyajikan makanan khas Batak, seperti ikan na niura, ikan na niarsik, ikan na tinombur, ayam pinadar, itak gurgur dan banyak lagi.
“Tak hanya itu. Ada 120 lebih homestay di Samosir yang 85 persen adalah rumah adat Batak. Saat ini Dinas Pariwisata Samosir bekerjasama dengan Balitbang Pemprov Sumatera Utara sedang berupaya memperjuangkan dana pemeliharaan homestay-homestay tersebut ke pemerintah pusat,” imbuhnya.
Tak hanya vokasi untuk pokdarwis, Dinas Pariwisata Samosir juga melakukan pelatihan dan vokasi ke masyarakat di sejumlah desa untuk bergeliat dalam bidang ekonomi kreatif, seperti di Sianjur, Ronggur Ni Huta, Lumban Suhi.
“Masyarakat kita berikan pelatihan roasting coffee dan kita dorong agar ke depan bisa membuka usaha coffee shop traditional. Dan, saat ini sudah ada berdiri beberapa coffee shop traditional. Kita harap ke depan hal-hal seperti ini terus bertumbuh,” jelasnya.

Sementara, pihak Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung menyambut baik sambutan dan paparan yang disampaikan. Dikatakan bahwa mereka mengharapkan dukungan data dari Dinas Pariwisata Samosir dan dinas-dinas terkait lainnya, untuk menyempurnakan penelitian mereka di bidang gastronomy tourism.
“Dari data-data yang kami kumpulkan ini, akan kami lakukan kajian, yang kemudian dapat kami susun sebagai naskah akademik untuk rancangan undang-undang atau rancangan peraturan daerah. Selain itu, kajian-kajian yang kami susun kemudian dapat menjadi materi yang kami sebar ke jurusan-jurusan di STP Bandung, juga untuk memetakan alur perencanaan pembangunan kepariwisataan,” jelas Dr Riadi Darwis MPd.
Usai pertemuan, Dinas Pariwisata yang diwakili Togar Siboro SPd MM kemudian menyematkan cinderamata berupa ulos kecil (Stola) kepada pimpinan rombongan.

Posted In:

GIVE A REPLY