Seni dan Kerajinan

Seni dan kerajinan yang ada di Samosir :

  1. Kesenian Tortor

Tortor merupakan salah satu jenis tari yang berasal dari suku Batak. Dahulu Tortor merupakan tarian yang erat hubungannya dengan dunia roh. Seiring dengan perkembangan zaman Tortor merupakan perangkat budaya dalam setiap kehidupan adat-istiadat suku Batak. Dalam hal tata busana tari Tortor sangatlah sederhana, cukup memakai ulos yang merupakan tenunan khas Batak, namun motif ulos yang dipakai haruslah disesuaikan dengan pesta yang diikuti.

Manortor

Manortor

  1. Kesenian Gondang Sabangunan

Di adat batak ada dikenal dengan Gondang sabangunan atau ogung, sabangunan adalah separangkat gendang dan gong merupakan instrumen inti musik gondang batak. Gondang sabangunan terdiri dari: tagading, ogung dan sarune. Tagading terdiri dari lima jenis, sedangkan ogung terdiri dari: ogung panggora, ogung oloan, ogung ihutan, ogung doal. Sarune juga terdiri dari lima lobang. Umumnya gondang sabangunan dimainkan untuk memohon berkat dari arwah para leluhur.

Gondang Bangunan

Gondang Bangunan

  1. Kesenian Sigalegale

Sigalegale artinya lemah gemulai yang merupakan kesenian kebanggaan masyarakat Batak. Cerita Sigalegale menceritakan tentang seorang anak laki-laki yang sangat disayangi oleh ayahnya, karena pada suku Batak keberadaan anak laki-laki adalah sangat dijunjung tinggi. Kesenian Sigalegale adalah pertunjukan yang sangat menghibur, dimana boneka yang dibuat dari kayu dipahat menyerupai manusia bergerak seperti menari tortor (manortor) dengan dibelakangnya terdiri dari dua atau tiga orang dalang yang menarik jalur-jalur tali secara anatomis.

Tari si gale-gale juga mempunyai cerita tersendiri, pada zaman dahulu kala ada seorang  raja yang tinggal di wilayah Toba. Ia memiliki seorang anak yang bernama “Manggale”. Pada zaman itu masih sering terjadi peperangan antar kerajaan, oleh karena itu sang raja memerintahkan sang anak “Manggale” untuk ikut berperang. “Manggale” pun tewas saat peperangan tersebut. Sang raja merasa sedih dan sangat terpukul karena kepergian anak semata wayangnnya. Kesehatannya semakin memburuk, salah seorang dari penasehat kerajaan pun memberikan nasehat kepada raja untuk membuatkan pahatan patung dari kayu dengan wajah menyerupai anaknya. Saat patung tersebut telah selesai, seorang tabib kerajaan pun melakukan upacara ritual dengan meniup sordam dan memanggil roh anak sang raja untuk dimasukan kedalam patung tersebut. Kesehatan sangraja pun semakin membaik ketika melihat patung  tersebut persis dengan wajah anaknya.

Sigalegale

Sigalegale

  1. Kesenian Tortor Sipitu Cawan

Tortor Sipitu Cawan identik dengan pangurason (pembersihan roh-roh jahat dengan menggunakan air jeruk purut di dalam cawan yang dijunjung agar terhindar dari marabahaya).

Tor-tor Sipitu Sawan

Tor-tor Sipitu Sawan

  1. Kerajinan Ulos Lumban Suhisuhi Toruan

Di Desa Lumban Suhisuhi Toruan dikenal dengan kerajinan kain tenun ulosnya. Ulos yang dihasilkan dikerjakan sendiri oleh warga setempat dengan menggunakan alat tenun tradisional. Untuk mencapai Desa ini dibutuhkan waktu sekitar 40 menit dari Tomok atau 20 menit dari Pangururan. Tidak ada tiket masuk yang dikenakan kepada pengunjung yang ingin berwisata ke Desa ini.

  1. Kerajinan Ukiran di Simanindo

Masyarakat Samosir sudah dikenal dengan budaya mengukirnya, Kayu adalah bahan yang banyakdigunakan untuk mengukir. Ukiran kayu biasanya diperlukan sebagai alat untuk keperluan adat istiadat atau dimanfaatkan  untuk kegiatan ritual. Namun pada saat ini produk ukiran kayu tersebut sudah dikenal sebagai barang dagangan (souvenir) untuk para turis. Pengukir kayu di Samosir terpusat di Kecamatan Simanindo dan tersebar dihampir semua desa/dusun-dusun. Jenis ukiran yang khas di Kabupaten Samosir antara lain berbentuk ukiran tunggal panaluan yang dikerjakan di Desa Siallagan, ukiran ruma-ruma yang dikerjakan di Desa sigarantung, dan ukiran alat musik hasapi yang dikerjakan di Desa Tomok.

Ukiran Simanindo

Ukiran Simanindo