Sejarah Samosir

Ratusan ribu tahun yang lalu bumi yang kita tempati sekarang ini tercipta dengan bentuk fisik –topografi daratan berbukit, bergunung dan lautan yang luas. Di kawasan Toba terdapat Gunung yang sangat besar dan tinggi, konon dinamai dengan Gunung Toba. Gunung Toba purba pernah mengalami letusan sebanyak 3 (tiga) kali dengan kronologis sebagai berikut :

  1. Letusan pertama terjadi sekitar 840.000 tahun yang lalu yang menghasilkan kaldera (kawah) di sebelah timur kawasan Danau Toba, yang menurut penelitian adalah di Porsea, Kabupaten Toba Samosir sekarang ini.
  2. Letusan kedua terjadi sekitar 500 ribu tahun yang lalu, yang membentuk kaldera (kawah) di sebelah utara kawasan Danau Toba, yakni sekitar Haranggaol sekarang ini.
  3. Letusan ketiga adalah letusan yang terdahsyat terjadi sekitar 75.000 tahun yang lalu disebut sebagai letusan supervolcano. Konon sebagian besar material dimuntahkan dan terlempar jauh hingga ke Amerika Latin-Venezuela mengakibatkan 2/3 bumi menjadi gelap ditutupi es hingga beberapa tahun dan meninggalkan kehidupan di bumi hanya tinggal kurang lebih 15.000 orang. Letusan ini yang banyak mengeluarkan/memuntahkan material menyebabkan kawahnya kosong membentuk kubah besar yang disebut kawah/kaldera Toba.
Letusan Supervolcano

Letusan Supervolcano

Seiring dengan perjalanan waktu kawah/kaldera Toba berangsur-angsur terisi oleh air hujan selama ratusan tahun, dan kaldera yang terisi air inilah yang kemudian membentuk Danau Toba.

Pada proses akhir Gunung Toba masih menyisakan tenaga magma yang cukup besar yang mendorong kulit bumi dari dasar danau, hingga kulit bumi terangkat ke permukaan air danau yang membentuk Pulau Samosir. Menurut penelitian akibat terangkatnya kulit bumi  maka air danau tumpah mengisi daratan yang rendah/lembah, sementara Gunung pusuk Buhit kemungkinan besar adalah anak Gunung Toba.

supervolcano

supervolcano