Pulau Samosir Jadi Tuan Rumah Konser Lagu Batak oleh Orkestra Austria

samosir-lake

PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com — Henry Manik, seorang pria kelahiran Garoga, Kabupaten Samosir, yang belakangan tinggal di Belanda akan menggelar konser lagu-lagu Batak yang akan diusung oleh orkestra asal Austria di kampung halaman.

Orkestra yang digawangi musikus ternama Hermann Delago akan menggelar konser bertajuk “Hermann Delago and Austrian Tobatak Orchestra” di Medan pada 20 Agustus 2014 dan di Samosir pada tanggal 23 Agustus 2014.

“Konser ini bermula dari keinginan dari seorang musisi bernama Hermann Delago. Semenjak masa remajanya, dia telah menggeluti bidang musik, bermain musik dengan beberapa grup band, hingga membentuk suatu grup band yang bisa membawa mereka populer di Austria dan Eropa, bernama ClockWerk Orange di tahun 1975,” kata Henry melalui siaran persnya, Kamis (31/7/2014).

“Pada tahun 1995 Hermann Delago melakukan perjalanan ke Indonesia untuk pertama kalinya dan terpesona melihat berbagai budaya dan musiknya. Perjalanannya dimulai dari Bali. Tak lama setelah itu, dia tiba di Danau Toba, Kabupaten Samosir. Di Bali, dia mendengar sebuah lagu Batak, ‘Butet’, dinyanyikan di kafe-kafe. Dia sangat menyukai lagu itu dan langsung mempelajari lagu tersebut di Bali,” lanjutnya.

Dalam menunjukkan kecintaannya terhadap musik Batak dan juga Pulau Samosir, Hermann kemudian meminta Henry Manik mengadakan konser tur ke Medan dan Samosir dengan melibatkan 80 orang dari Austria, terdiri dari para musisi, vokalis, dan tim lainnya.

Bagi Henry Manik, tawaran ini sangat menantang karena akan melibatkan begitu banyak orang dari Eropa. Tentu juga akan sangat rumit dan butuh pendanaan operasional sangat besar. Namun, dengan modal pengalamannya beberapa kali membawa musisi konser tur Batak di Eropa, seperti Marsada Band dan juga kecintaannya terhadap kampung halamannya, Henry pun menyambut baik ide tur tersebut.

“Gagasan besar ini disambut baik oleh beberapa pihak di Medan yang tergabung di Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI), diketuai Marulitua Damanik. Melihat konsep rencana dengan mendatangkan banyak orang Eropa ke Sumatera dan untuk menggelar sebuah event, ternyata juga merupakan suatu misi dari organisasi pelaku pariwisata ini,” katanya.

Konsep rencana konser, kata Henry, akan melibatkan beberapa artis ternama Batak, seperti Viky Sianipar, Tongam Sirait, dan seorang artis pendatang baru dan kreatif, Retta Sitorus. Mereka nantinya akan berkolaborasi dengan Hermann Delago dan grup orkestranya.

Di samping suguhan orkestra ini, juga akan disajikan sebuah penampilan yang menunjukkan keorisinalan lagu-lagu Batak oleh Marsada Band. Band ini sudah cukup dikenal oleh pencinta lagu-lagu Batak. Band ini telah sukses dua kali tur di Eropa.

Di samping semua grup ini, ada juga Jajabi Band, yaitu band lokal Tuk-tuk Siadong, yang akan tampil di Kabupaten Samosir.

“Tur konser oleh Hermann Delago dan orkestranya ini mempunyai tujuan untuk menunjukkan rasa kecintaan dan memberi apresiasi tinggi terhadap musik dan lagu Batak, serta menunjukkan bahwa lagu Batak sangat berterima hingga di dunia internasional,” kata Henry yang bertindak sebagai project manager dalam konser ini.

Menurut dia, konser ini digelar untuk menstimulasi pertumbuhan kunjungan pariwisata di Sumatera Utara pada umumnya dan Kabupaten Samosir dengan Danau Tobanya secara khusus. Dia berharap konser ini bisa lebih memperkenalkan Danau Toba ke dunia internasional lewat grup besar yang akan didatangkan dari Austria.

“Tentu juga event ini untuk lebih memotivasi dan menginspirasi generasi muda Batak agar lebih bergiat berkarya dan berkreativitas di dunia musik atau lagu-lagu Batak, yang ternyata bisa berterima dalam world music. Dengan harapan agar budaya dan tradisional musik Batak dapat dipertahankan dan dikembangkan dengan tanpa meninggalkan root-nya,” ujarnya.

Di Medan, rencananya konser akan diadakan di Tiara Hotel Convention Medan, sementara konser di ruang terbuka akan digelar di open stage Tuk-tuk Siadong, Kabupaten Samosir, dengan dukungan dari Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Samosir.

You may also like...